luka lama selembar daun hijau mengering di ujung lancipnya dari ranting rapuh asal jatuhnya tidakkah selemah itu rasa cinta yang kau punya dengan hembusan sepoi angin lalu menjatuhkanmu segar darah mengucur kini irisannya tak lebar namun perih tertetesi pula sebulir air mata menambah perihnya hingga jantung tidakkah cintamu seperti putik sari dihisap madunya oleh kumbang lalu pergi tapi sari madunya tetaplah abadi meski kelopak bunganya telah rontok dan kusam kini meski aku bagai akar kokoh tertancap hingga perut bumi tapi tak kuasa menjaga dahan, ranting dan daunnya karena aku rapuh pada batang karena luka lama terkoyak kembali
Kumpulan Tulisan Penulis Muda Maros