Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2011

Puisi: Luka Lama

luka lama selembar daun hijau mengering di ujung lancipnya dari ranting rapuh asal jatuhnya tidakkah selemah itu rasa cinta yang kau punya dengan hembusan sepoi angin lalu menjatuhkanmu segar darah mengucur kini irisannya tak lebar namun perih tertetesi pula sebulir air mata menambah perihnya hingga jantung tidakkah cintamu seperti putik sari dihisap madunya oleh kumbang lalu pergi tapi sari madunya tetaplah abadi meski kelopak bunganya telah rontok dan kusam kini meski aku bagai akar kokoh tertancap hingga perut bumi tapi tak kuasa menjaga dahan, ranting dan daunnya karena aku rapuh pada batang karena luka lama terkoyak kembali

Saat Engkau Kulahirkan

Baca saja di sini: Saat Engkau Kulahirkan   

Kenangan Pahit dan Manis Bersamamu

Kenangan Pahit dan Manis Bersamamu Saat hari ini sibuk mengutak atik email, tiba-tiba malam itu notifikasi emaiku menunjukkan ada email baru yang masuk. "Dari siapa gerangan e-mail ini, koq alamat e-mailnya saya tidak kenal, ah spam barangkali" Gumamku. Tapi entah tiba-tiba jadi sangat penasaran dan dengan pelan kubuka email itu kemudian kubaca perlahan. Ah teringat  11 tahun lalu saat kenangan pahit dan manis bersamamu. Dear Abang Aku slalu nulis yg menyedihkan. Sekarang aku mo cerita betapa bahagianya aku pernah bersamamu. Pertama kali kumelihatmu di mesjid istiqlal tlg 23 agsts 97, kau terlihat gagah & smart. Tak pernah terpikir tuk menegurmu, apalagi menjadi pacarmu, tp kau menegur aku & tmnku saat keluar dr kmr mandi. Wah cowo yg td kuperhatikan, manis jg, tiba2 kau mendekat & minta no telp. Duh senengnya, tp hati tak berharap bnyk kau akan menelpon, pikirku ah...hanya iseng pengen tau no telp. Saat kau menelpon, kagetnya aku, Kau menelpon lama sekali, s...