Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

Syariat Islam dan Pluralisme di Mata Pemuda

Lembaga Kajian Demokrasi dan Otonomi (LeDO) Makassar bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maros dan Salewanggan Reform Institute (SAREi) Maros menggelar Dialog Pemuda dan Demokrasi bertema; Syariat Islam, Pluralisme, dan Wawasan Kebangsaan Pemuda, Rabu  25 Januari 2012 . Dialog ini mengajak para pemuda untuk mendiskusikan dan menelaah aspek-aspek yang melingkupi ide syariat Islam dalam kerangka politik lokal di Sulawesi Selatan. Juga untuk memberi pemahaman komprehensif tentang posisi ideologis agama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan wawasan kebangsaan. Hadir sebagai pemateri Sekretaris Jenderal Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Waspada Santing, Dosen UIN Alauddin Makassar Dr Sabri, Cendikiawan Muda Maros Andi Muh Jufri, dan Tokoh Pemuda Maros yang juga Anggota DPRD Sulsel Wawan Mattaliu. Dialog ini yang digelar di , di Trans Coffee Maros ini diikuti sejumlah pengurus Organisasi Kemasyaraktan Pemuda ...

Menyebarkan Pesan Internet Sehat

Program sosialisasi pemanfaatan internet Komunitas Blogger Maros (KBM) kembali digelar. Kali ini, para penggiat blogger dan teknologi informasi ini mengunjungi SMA Perguruan Islam (Pergis) Maros, Sabtu 21 Januari 2012. Sosialisasi ini digelar dengan mengajak siswa menggunakan internet secara sehat, untuk menghindari dampak negatif internet. Di antaranya cara mencari informasi yang dibutuhkan di internet, menggunakan informasi di internet untuk kebutuhan akademik (sekolah), serta memanfaatkan internet sebagai salah satu sumber informasi untuk belajar. Selain itu, sosialisasi ini merupakan upaya menghindarkan siswa dari unsur pornografi dan SARA yang selama ini menjadi dampak negatif internet. Terutama jika melihat kondisi saat ini dengan banyaknya kasus yang menimpa remaja akibat kurangnya pemahaman pengunaan internet yang sehat. Sebut saja, kasus penculikan, penipuan ataupun pelecehan melalui situs jejaring sosial. Kegiatan sosialisasi internet sehat ini merupakan agenda berkala KBM ...

Mengembalikan Kearifan Budaya Bugis-Makassar

Sebuah buku berjudul “Kearifan Budaya Lokal; Membangun Moralitas Bangsa Sekaitan Kebijakan Pendidikan di Sulawesi Selatan (studi kasus Kabupaten Maros) diluncurkan. Buku yang diterbitkan oleh Lembaga Pengkajian Strategis Salewanggang (LEPASS) Maros ini dibedah di Warkop Daeng Tene Maros, Minggu, 8 Januari 2011 lalu. Menurut seorang penulisnya, Kaimuddin Mabbaco, buku ini lahir dari penelitian melalui wawancara langsung dengan budayawan dan pemerhati seni sebagai nara sumber, juga melalui tinjauan pustaka melalui kajian naskah-naskah kuno dan memperhatikan kebiasaan masyarakat. Buku ini merupakan kumpulan artikel budaya lokal yang ditulis oleh tim penulis yang diketuai Kaimuddin Mabbaco dengan editor Muh Zaenal Hasyim. Artikel dikelompokkan dalam tiga bagian, yakni; pappaeng atau pappasang , musik tradisional sebagai substansi budaya lokal, serta pau-pau rikadong atau cerita rakyat. Direktur LEPASS, Muh Nurjaya mengemukakan buku ini diterbitkan karena nilai-nilai budaya lokal mulai ter...

Analisis Citraan Pada Puisi Titipan Langi Karya Mardianto

A.     Pendahuluan Sastra merupakan ciptaan manusia yang memiliki ciri yang khas karena penyair berhak ingin menjadi apa saja dalam karyanya. Sastra merupakan kegiatan kreatif yang dihasilkan oleh seorang seniman dalam bentuk karya yang fundamental, baik itu dalam bentuk prosa, drama dan puisi sehingga penikmat atau pengapresiasi mampu membedakan jenis dan karekteristrik karya itu sendiri. Tjahjono (2008:1), menyatakan bahwa teks sastra hendaknya dilihat sebagai entitas yang hidup, bukan barang mati. Teks sastra itu sebenarnya sebuah organisme yang hidup bukan sekadar onggokan unsur-unsur bisu dan mati. Salah satu jenis karya sastra adalah puisi . Puisi merupakan ungkapan perasaan yang dituangkan dalam bentuk bahasa yang padat. Penyair memberikan imajinasi atau pencitraan yang khas sesuai dengan kehendaknya. Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalahnya yaitu bagaimanakah citraan pada puisi titipan langit? Adapun tujuan ...