Langsung ke konten utama

Postingan

Puisi: Luka Lama

luka lama selembar daun hijau mengering di ujung lancipnya dari ranting rapuh asal jatuhnya tidakkah selemah itu rasa cinta yang kau punya dengan hembusan sepoi angin lalu menjatuhkanmu segar darah mengucur kini irisannya tak lebar namun perih tertetesi pula sebulir air mata menambah perihnya hingga jantung tidakkah cintamu seperti putik sari dihisap madunya oleh kumbang lalu pergi tapi sari madunya tetaplah abadi meski kelopak bunganya telah rontok dan kusam kini meski aku bagai akar kokoh tertancap hingga perut bumi tapi tak kuasa menjaga dahan, ranting dan daunnya karena aku rapuh pada batang karena luka lama terkoyak kembali

Saat Engkau Kulahirkan

Baca saja di sini: Saat Engkau Kulahirkan   

Kenangan Pahit dan Manis Bersamamu

Kenangan Pahit dan Manis Bersamamu Saat hari ini sibuk mengutak atik email, tiba-tiba malam itu notifikasi emaiku menunjukkan ada email baru yang masuk. "Dari siapa gerangan e-mail ini, koq alamat e-mailnya saya tidak kenal, ah spam barangkali" Gumamku. Tapi entah tiba-tiba jadi sangat penasaran dan dengan pelan kubuka email itu kemudian kubaca perlahan. Ah teringat  11 tahun lalu saat kenangan pahit dan manis bersamamu. Dear Abang Aku slalu nulis yg menyedihkan. Sekarang aku mo cerita betapa bahagianya aku pernah bersamamu. Pertama kali kumelihatmu di mesjid istiqlal tlg 23 agsts 97, kau terlihat gagah & smart. Tak pernah terpikir tuk menegurmu, apalagi menjadi pacarmu, tp kau menegur aku & tmnku saat keluar dr kmr mandi. Wah cowo yg td kuperhatikan, manis jg, tiba2 kau mendekat & minta no telp. Duh senengnya, tp hati tak berharap bnyk kau akan menelpon, pikirku ah...hanya iseng pengen tau no telp. Saat kau menelpon, kagetnya aku, Kau menelpon lama sekali, s...

Di Ufuk Barat Sana

Di Ufuk Barat Sana Mataku tertuju pada senja di ufuk barat sana, rerumputan menyapaku dengan asyiknya dan berkata mestikah gelisah dan rindunya buatmu sementara ia telah berkelana dengan waktu yang tak berujung dengan seorang gadis yang mungkin saja akan memelihara ruang rindunya pada satu bilik hatinya bagian kanan, posisi yang strategis dan tak mungkin kau mengguggatnya dengan sebuah gelimang harta dan bahkan keperempuanmu pun tak mampu memasuki ruang itu. Pelangi itu menawarkan warna yang indah, sejenak memberiku arti dari wacana yang menyatakan: “ Andi, seddi elo kuparinggerakki, Tania doi ditiwi rewe lao puang Allah ’ta’ala ”, (Bukan harta yang kita bawa mati, menghadap ke Allah SWT)”  “ Tania jabatan ditiwi lao lisu dipunna lino ” (Bukan jabatan yang kita bawa menghadap ke Sang Pemilik Bumi) “ Tapi iyaro ditiwi ede iyamiro ammalang .”.(Tapi, yang di bawa ke hadapan Allah SWT adalah amal jariyah ketika kita setelah meninggal. Harta d...

Saudaraku, Usah Kau Lara Sendiri

"...Letakkanlah tanganmu di atas bahuku biar terbagi beban itu dan tegar dirimu di depan sana cahya kecil 'tuk memandu tak hilang arah kita berjalan menghadapinya ..." (Katon Bagaskara) Itu adalah penggalan lirik lagu Usah Kau Lara Sendiri,yang dipopulerkan oleh Katon Bagaskara & Ruth Sahanaya. Lagu itu terus menerus terngiang di kepala saya setiap menjelang peringatan hari AIDS sedunia, 1 Desember setiap tahunnya. Tepatnya sekitar tahun 1996, saat itu saya masih kelas 2 SMU di PERGIS Maros, dan saya baru saja bergabung dalam sebuah organisasi keremajaan di Kab. Maros (IRM). Usah Kau Lara Sendiri, mengalung merdu dari suara senior-senior saya dengan petikan gitar yang luar biasa dari Kanda Irdan AB.  Ya, di Gedung Wanita suasana temaram yang hanya disinari dengan cahaya lilin berkumpul elemen remaja dan pemuda Kab. Maros, mereka berusaha memahami suasana kebatinan saudara-saudara kita yang mendapatkan musibah dengan penyakit HIV/AIDS yang dideritanya. Malam ini, Usah...

Pengembangan Diri Siswa Melalui Internet

Baca saja di sini:  Pengembangan Diri Siswa Melalui Internet

Aku Tersenyum Lagi

Aku kira selama ini bumi tegah berhenti berputar... Jiwa hancur berkeping-keping dan tak sanggup tuk berdiri lagi... Aku pikir selama ini ruang hati tertutup sudah... Tanpa ada yang mampu menyentuh... Tapi ternyata semua berakhir... Persembunyian hati ini... Meskipun waktu lambat bicara... Kubukakan hati, perlahan namun pasti... Karna Kau yakinkan diriku... Hanya Kau yang mampu sentuh hatiku...   Bumi berputar kini... Aku tersenyum lagi   by Wiwiek Dwi on Saturday, December 26, 2009