Langsung ke konten utama

Nyanyian Rindu Sang Petualang




Sepoi
Sejuk
Senandung membiru
Menemani langkah seolah tak sama
Namun tetap mencari rasa

Wahai jiwa yang disana
Aku terus berjalan meniti waktu yang terus bergulir
Sementara semuanya masih tertidur
Dan aku masih terus berjalan

Wahai jiwa yang sedang duka
Lihatlah jejak-jejak kakiku
Adakah duka menyelimutinya?
Ataukah hanya cinta yang terus menyemai?

Wahai jiwa yang sedang suka
Aku disini berdendang
Menanti waktu itu datang
Hanya untuk bertandang
Dan berkata dengan lantang
"Aku rindu padamu"


Komentar

  1. berduka itu milikmu saja ya..., jangan titip ma Uak sena apalagi aku...wkwkwkwwk

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melawan Galau

Akhir-akhir ini, istilah galau menjadi begitu populer. Media massa bahkan setiap hari "mengkampanyekannya." Galau pun menjadi cerminaan kepribadian anak-anak muda yang cenggeng serta gampang menyerah. Parahnya, para remaja bahkan secara sadar mengganggap diri tak tren jika tak galau. Jika tak mau larut dalam galau , sebenarnya mudah saja. Salah satu caranya adalah dengan membaca kata-kata bijak atau kalimat-kalimat motivasi, misalnya; - Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Kebahagiaan tak akan pernah datang kepada mereka yang tak menghargai apa yang telah dimiliki. - Cinta berarti memberi; memberi perhatian, memberi kasih sayang. Dan cinta berarti tidak menuntut atau mengekang. - Berpikirlah sebelum berbicara, karena dengan begitu, kamu akan mengurangi kesalahan pun masalah yang mungkin akan terjadi. - Jika kamu percaya pada dirimu, tidak ada yang dapat menghentikanmu untuk mencapai apa yang kamu inginkan. - Lakukan yang terbaik sekarang. Karena akan lebih buruk bila m...

Maulid dan Praktek Bidah Terselubung di Sulawesi Selatan

Sejumlah masyarakat Cikoang bersiap-siap memperebutkan telur Beberapa Pendapat tentang "Bid'ah" merayakan Maulid Nabi Sumber dari  Perayaan Maulid Nabi "Bid ah dan Praktek Kesyirikan" Perayaan Maulid Nabi terus berlangsung dalam berbagai bentuknya sampai dilarang pada zaman pemerintahan Al-Afdhal Amirul Juyusy. Perayaan ini kemudian dihidupkan kembali di zaman pemerintahan Al-Hakim biamrillah pada tahun 524 Hijriyah setelah orang-orang hampir melupakannya. Dan yang pertama kali maulid Nabi dikota Irbil adalah Raja Al-Mudhaffar Abu Said di abad ketujuh dan terus berlangsung sampai di zaman kita ini. Orang-orang memperluas acaranya dan menciptakan bid’ah-bid’ah sesuai dengan selera hawa nafsu mereka yang diilhamkan oleh syaithan , jin dan manusia kepada mereka.” [Al-Ibda’ fi madhiril ibtida’: 126]. Satu hal yang sangat penting untuk diketahui bahwa Kerajaan Fathimiyyah didirikan oleh ‘Ubaidillah Al-Mahdi tahun 298 H di Maghrib (sekarang wilayah Maroko dan Alja...

FLP Maros Membangun Tradisi Menulis

Forum Lingkar Pena Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menggelar seminar kepenulisan untuk siswa dan mahasiswa dalam di Aula Al Markaz Al Islami Maros, Minggu 3 Februari 2013. Seminar bertema " Membangun Tradisi Menulis di Butta Salewangang " ini menghadirkan dua orang penulis Maros yang berbagi kita menulis. Kedua penulis itu adalah penggiat Komunitas Blogger Maros , Ilham Halimsyah ( www.ihsyah.web.id ) yang memaparkan materi menulis itu mudah dan Kaimuddin Mbck ( www.sangbaco.com ) yang mengulas apresiasi karya sastra dan teknik menulis karya sastra, terutama puisi dan cerpen. Ilham Halimsyah menuturkan, menulis tak perlu perlu bakat, hanya perlu latihan. Menulis ibarat naik sepeda, awalnya takut jatuh, takut nabrak tapi saat lancar, begitu mudah dan menyenangkan. Inti menulis adalah mengolah kata-kata berdasar realitas atau imajinasi, atau gabungan keduanya. "Ketika akan memulai menulis, bakat urusan belakangan, yang paling penting kemauan dan terus mencoba. Latih...