Langsung ke konten utama

Saudaraku, Usah Kau Lara Sendiri



"...Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil 'tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan
menghadapinya ..."
(Katon Bagaskara)


Itu adalah penggalan lirik lagu Usah Kau Lara Sendiri,yang dipopulerkan oleh Katon Bagaskara & Ruth Sahanaya. Lagu itu terus menerus terngiang di kepala saya setiap menjelang peringatan hari AIDS sedunia, 1 Desember setiap tahunnya.

Tepatnya sekitar tahun 1996, saat itu saya masih kelas 2 SMU di PERGIS Maros, dan saya baru saja bergabung dalam sebuah organisasi keremajaan di Kab. Maros (IRM). Usah Kau Lara Sendiri, mengalung merdu dari suara senior-senior saya dengan petikan gitar yang luar biasa dari Kanda Irdan AB. 

Ya, di Gedung Wanita suasana temaram yang hanya disinari dengan cahaya lilin berkumpul elemen remaja dan pemuda Kab. Maros, mereka berusaha memahami suasana kebatinan saudara-saudara kita yang mendapatkan musibah dengan penyakit HIV/AIDS yang dideritanya.

Malam ini, Usah Kau Lara Sendiri kembali mengalung, meskipun telah berlalu 15 tahun lamanya, tapi kisah di Gedung Wanita itu masih tetap segar diingatan ku, hanya saja kondisi saat ini jauh berbeda, ketika itu kami berkumpul dalam satu ruangan, saling bergandengan tangan sebagai wujud solidaritas. Sekarang kisah itu kembali dirajut dalam bentuk yang berbeda, hubungan emosional dan perasaan empati dibatasi oleh jarak tapi dipersatukan lewat media sosial dan media-media lainnya.

Saat ini, masing-masing menunjukkan empati dengan caranya masing-masing, aku hanya bisa mendedikasikan blog saya dengan menyajikan informasi seputar HIV/AIDS selama 3 hari berturut-turut, semuanya bertujuan untuk menyatakan bahwa saudaraku Usah Kau Lara Sendiri, kami selalu ada disisimu.

Jakarta, 30 Nopember 2011, 09:38 pm

Komentar

  1. ingat Sosialisasi HIV AIDS dan PMS di Makassar ..... begitu semangatnya Uak presentasi heheheheh

    BalasHapus
  2. wkwkwkwkwk..... masih2 tapi sayang, tdk lengkap ingatanku soal itu, makanya tdk bisa dirangkai kata2 yg tepat.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Citraan Pada Puisi Titipan Langi Karya Mardianto

A.     Pendahuluan Sastra merupakan ciptaan manusia yang memiliki ciri yang khas karena penyair berhak ingin menjadi apa saja dalam karyanya. Sastra merupakan kegiatan kreatif yang dihasilkan oleh seorang seniman dalam bentuk karya yang fundamental, baik itu dalam bentuk prosa, drama dan puisi sehingga penikmat atau pengapresiasi mampu membedakan jenis dan karekteristrik karya itu sendiri. Tjahjono (2008:1), menyatakan bahwa teks sastra hendaknya dilihat sebagai entitas yang hidup, bukan barang mati. Teks sastra itu sebenarnya sebuah organisme yang hidup bukan sekadar onggokan unsur-unsur bisu dan mati. Salah satu jenis karya sastra adalah puisi . Puisi merupakan ungkapan perasaan yang dituangkan dalam bentuk bahasa yang padat. Penyair memberikan imajinasi atau pencitraan yang khas sesuai dengan kehendaknya. Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalahnya yaitu bagaimanakah citraan pada puisi titipan langit? Adapun tujuan ...

Melawan Galau

Akhir-akhir ini, istilah galau menjadi begitu populer. Media massa bahkan setiap hari "mengkampanyekannya." Galau pun menjadi cerminaan kepribadian anak-anak muda yang cenggeng serta gampang menyerah. Parahnya, para remaja bahkan secara sadar mengganggap diri tak tren jika tak galau. Jika tak mau larut dalam galau , sebenarnya mudah saja. Salah satu caranya adalah dengan membaca kata-kata bijak atau kalimat-kalimat motivasi, misalnya; - Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Kebahagiaan tak akan pernah datang kepada mereka yang tak menghargai apa yang telah dimiliki. - Cinta berarti memberi; memberi perhatian, memberi kasih sayang. Dan cinta berarti tidak menuntut atau mengekang. - Berpikirlah sebelum berbicara, karena dengan begitu, kamu akan mengurangi kesalahan pun masalah yang mungkin akan terjadi. - Jika kamu percaya pada dirimu, tidak ada yang dapat menghentikanmu untuk mencapai apa yang kamu inginkan. - Lakukan yang terbaik sekarang. Karena akan lebih buruk bila m...

Maulid dan Praktek Bidah Terselubung di Sulawesi Selatan

Sejumlah masyarakat Cikoang bersiap-siap memperebutkan telur Beberapa Pendapat tentang "Bid'ah" merayakan Maulid Nabi Sumber dari  Perayaan Maulid Nabi "Bid ah dan Praktek Kesyirikan" Perayaan Maulid Nabi terus berlangsung dalam berbagai bentuknya sampai dilarang pada zaman pemerintahan Al-Afdhal Amirul Juyusy. Perayaan ini kemudian dihidupkan kembali di zaman pemerintahan Al-Hakim biamrillah pada tahun 524 Hijriyah setelah orang-orang hampir melupakannya. Dan yang pertama kali maulid Nabi dikota Irbil adalah Raja Al-Mudhaffar Abu Said di abad ketujuh dan terus berlangsung sampai di zaman kita ini. Orang-orang memperluas acaranya dan menciptakan bid’ah-bid’ah sesuai dengan selera hawa nafsu mereka yang diilhamkan oleh syaithan , jin dan manusia kepada mereka.” [Al-Ibda’ fi madhiril ibtida’: 126]. Satu hal yang sangat penting untuk diketahui bahwa Kerajaan Fathimiyyah didirikan oleh ‘Ubaidillah Al-Mahdi tahun 298 H di Maghrib (sekarang wilayah Maroko dan Alja...