Langsung ke konten utama

Lomba SEO: Arti Kata Butta Salewangang Sebutan untuk Kabupaten Maros



Pernah mendengar kata Butta Salewangang? Kata ini pernah populer sebagai pengganti untuk menyebut Kabupaten Maros.

Susah-sulit rasanya menerjemahkan kata ini. Dari asal katanya saja terambil dari bahasa Bugis dan bahasa Makassar, yaitu Butta dalam bahasa Makassar berarti tanah, sementara Salewangang terambil dari bahasa Bugis (Salewangeng) yang berarti sejahtera, aman, lapang. Sederhananya, jika diterjemahkan berarti tanah yang lapang, subur, aman, tenang dan damai.

Istilah ini sempat jadi perbincangan dalam diskusi di warung kopi, karena kata Butta Salewangang menggunakan bahasa Bugis, sementara Kabupaten Maros termasuk salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang dihuni masayarakat Bugis dan Makassar.

Kami pun sempat bertanya-tanya, mengapa tidak memakai bahasa Bugis saja? kalau menggunakan pahasa Bugis, istilah ini kira-kira akan menjadi; “Tana Loang”.

Kata itu mungkin akan terdengar kurang pas ditelinga, hingga Butta Salewangang tidak diterjemhakan dalam bahasa Bugis dan mesti menggunakan bahasa Makassar yang juga menjadi bahasa sehari-hari sebagian penduduk Kabupaten Maros.

Jika kemudian istilah ini kembali marak, terutama di internet, ini sebenarnya dalam rangka lomba SEO dalam lingkup member Komunitas Blogger Maros yang menggelar lomba SEO dengan kata kunci "arti kata Butta Salewangang".

Nah, buat teman-teman, selamat berlomba!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maulid dan Praktek Bidah Terselubung di Sulawesi Selatan

Sejumlah masyarakat Cikoang bersiap-siap memperebutkan telur Beberapa Pendapat tentang "Bid'ah" merayakan Maulid Nabi Sumber dari  Perayaan Maulid Nabi "Bid ah dan Praktek Kesyirikan" Perayaan Maulid Nabi terus berlangsung dalam berbagai bentuknya sampai dilarang pada zaman pemerintahan Al-Afdhal Amirul Juyusy. Perayaan ini kemudian dihidupkan kembali di zaman pemerintahan Al-Hakim biamrillah pada tahun 524 Hijriyah setelah orang-orang hampir melupakannya. Dan yang pertama kali maulid Nabi dikota Irbil adalah Raja Al-Mudhaffar Abu Said di abad ketujuh dan terus berlangsung sampai di zaman kita ini. Orang-orang memperluas acaranya dan menciptakan bid’ah-bid’ah sesuai dengan selera hawa nafsu mereka yang diilhamkan oleh syaithan , jin dan manusia kepada mereka.” [Al-Ibda’ fi madhiril ibtida’: 126]. Satu hal yang sangat penting untuk diketahui bahwa Kerajaan Fathimiyyah didirikan oleh ‘Ubaidillah Al-Mahdi tahun 298 H di Maghrib (sekarang wilayah Maroko dan Alja...

Melawan Galau

Akhir-akhir ini, istilah galau menjadi begitu populer. Media massa bahkan setiap hari "mengkampanyekannya." Galau pun menjadi cerminaan kepribadian anak-anak muda yang cenggeng serta gampang menyerah. Parahnya, para remaja bahkan secara sadar mengganggap diri tak tren jika tak galau. Jika tak mau larut dalam galau , sebenarnya mudah saja. Salah satu caranya adalah dengan membaca kata-kata bijak atau kalimat-kalimat motivasi, misalnya; - Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Kebahagiaan tak akan pernah datang kepada mereka yang tak menghargai apa yang telah dimiliki. - Cinta berarti memberi; memberi perhatian, memberi kasih sayang. Dan cinta berarti tidak menuntut atau mengekang. - Berpikirlah sebelum berbicara, karena dengan begitu, kamu akan mengurangi kesalahan pun masalah yang mungkin akan terjadi. - Jika kamu percaya pada dirimu, tidak ada yang dapat menghentikanmu untuk mencapai apa yang kamu inginkan. - Lakukan yang terbaik sekarang. Karena akan lebih buruk bila m...

FLP Maros Membangun Tradisi Menulis

Forum Lingkar Pena Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menggelar seminar kepenulisan untuk siswa dan mahasiswa dalam di Aula Al Markaz Al Islami Maros, Minggu 3 Februari 2013. Seminar bertema " Membangun Tradisi Menulis di Butta Salewangang " ini menghadirkan dua orang penulis Maros yang berbagi kita menulis. Kedua penulis itu adalah penggiat Komunitas Blogger Maros , Ilham Halimsyah ( www.ihsyah.web.id ) yang memaparkan materi menulis itu mudah dan Kaimuddin Mbck ( www.sangbaco.com ) yang mengulas apresiasi karya sastra dan teknik menulis karya sastra, terutama puisi dan cerpen. Ilham Halimsyah menuturkan, menulis tak perlu perlu bakat, hanya perlu latihan. Menulis ibarat naik sepeda, awalnya takut jatuh, takut nabrak tapi saat lancar, begitu mudah dan menyenangkan. Inti menulis adalah mengolah kata-kata berdasar realitas atau imajinasi, atau gabungan keduanya. "Ketika akan memulai menulis, bakat urusan belakangan, yang paling penting kemauan dan terus mencoba. Latih...