Langsung ke konten utama

Menulis Konten Blog Berunsur 5W + 1H



Menulis menggunakan rumus 5W+1H sebagai panduan sebenarnya tidaklah sulit. Rumus ini berlaku universal dan mencakup hal-hal dasar yang harus dipenuhi sebagai kelengkapan sebuah tulisan.

Meski ini adalah rumus dasar penulisan jurnalistik, namun dapat juga digunakan dalam menulis artikel non jurnalistik, termasuk konten blog.

Rumus ini mencakup what, who, when, where, why + how, yakni:
  • WHAT menyatakan apa yang ditulis, tema yang ingin ditulis, topik apapun yang menarik perhatian dan layak diketahui orang lain.
  • WHO menyatakan tokoh yang dalam topik yang ditulis. Bila tokoh itu tak cukup dikenal, maka penulis mesti menjelaskan siapa dan apa peran si tokoh dalam topik yang ditulis.
  • WHEN menyatakan waktu kejadian dari topik yang ditulis.
  • WHERE menyatakan tempat kejadian dari topik yang ditulis.
  • WHY menyatakan mengapa kejadian dari topik yang ditulis itu terjadi.
  • H adalah HOW yang menerangkan bagaimana kejadian dari topik yang ditulis terjadi termasuk proses terjadi.
Setelah tulisan telah memenuhi unsur-unsur di atas, selanjutnya perhatikan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar dengan senantiasa menghindari kesalahan penulisan. Lalu paparkan topik tulisan secara detail agar hasilnya informatif.

Tulisan boleh ditambahkan dengan data yang relevan agar informasi jadi akurat. Nah, jika ingin artikel blogmu menarik, mulailah menulis konten blog dengan menyertakan unsur-unsur rumus 5W+1H ini. Selamat menulis!  **

Komentar

  1. Bisa nih saya terapkan untuk menulis di blog

    BalasHapus
  2. mantap tapi bingung gk ada ide mau nulis apa nih udah ada di google semua ,,sarannya dong ,,

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maulid dan Praktek Bidah Terselubung di Sulawesi Selatan

Sejumlah masyarakat Cikoang bersiap-siap memperebutkan telur Beberapa Pendapat tentang "Bid'ah" merayakan Maulid Nabi Sumber dari  Perayaan Maulid Nabi "Bid ah dan Praktek Kesyirikan" Perayaan Maulid Nabi terus berlangsung dalam berbagai bentuknya sampai dilarang pada zaman pemerintahan Al-Afdhal Amirul Juyusy. Perayaan ini kemudian dihidupkan kembali di zaman pemerintahan Al-Hakim biamrillah pada tahun 524 Hijriyah setelah orang-orang hampir melupakannya. Dan yang pertama kali maulid Nabi dikota Irbil adalah Raja Al-Mudhaffar Abu Said di abad ketujuh dan terus berlangsung sampai di zaman kita ini. Orang-orang memperluas acaranya dan menciptakan bid’ah-bid’ah sesuai dengan selera hawa nafsu mereka yang diilhamkan oleh syaithan , jin dan manusia kepada mereka.” [Al-Ibda’ fi madhiril ibtida’: 126]. Satu hal yang sangat penting untuk diketahui bahwa Kerajaan Fathimiyyah didirikan oleh ‘Ubaidillah Al-Mahdi tahun 298 H di Maghrib (sekarang wilayah Maroko dan Alja...

Melawan Galau

Akhir-akhir ini, istilah galau menjadi begitu populer. Media massa bahkan setiap hari "mengkampanyekannya." Galau pun menjadi cerminaan kepribadian anak-anak muda yang cenggeng serta gampang menyerah. Parahnya, para remaja bahkan secara sadar mengganggap diri tak tren jika tak galau. Jika tak mau larut dalam galau , sebenarnya mudah saja. Salah satu caranya adalah dengan membaca kata-kata bijak atau kalimat-kalimat motivasi, misalnya; - Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Kebahagiaan tak akan pernah datang kepada mereka yang tak menghargai apa yang telah dimiliki. - Cinta berarti memberi; memberi perhatian, memberi kasih sayang. Dan cinta berarti tidak menuntut atau mengekang. - Berpikirlah sebelum berbicara, karena dengan begitu, kamu akan mengurangi kesalahan pun masalah yang mungkin akan terjadi. - Jika kamu percaya pada dirimu, tidak ada yang dapat menghentikanmu untuk mencapai apa yang kamu inginkan. - Lakukan yang terbaik sekarang. Karena akan lebih buruk bila m...

FLP Maros Membangun Tradisi Menulis

Forum Lingkar Pena Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menggelar seminar kepenulisan untuk siswa dan mahasiswa dalam di Aula Al Markaz Al Islami Maros, Minggu 3 Februari 2013. Seminar bertema " Membangun Tradisi Menulis di Butta Salewangang " ini menghadirkan dua orang penulis Maros yang berbagi kita menulis. Kedua penulis itu adalah penggiat Komunitas Blogger Maros , Ilham Halimsyah ( www.ihsyah.web.id ) yang memaparkan materi menulis itu mudah dan Kaimuddin Mbck ( www.sangbaco.com ) yang mengulas apresiasi karya sastra dan teknik menulis karya sastra, terutama puisi dan cerpen. Ilham Halimsyah menuturkan, menulis tak perlu perlu bakat, hanya perlu latihan. Menulis ibarat naik sepeda, awalnya takut jatuh, takut nabrak tapi saat lancar, begitu mudah dan menyenangkan. Inti menulis adalah mengolah kata-kata berdasar realitas atau imajinasi, atau gabungan keduanya. "Ketika akan memulai menulis, bakat urusan belakangan, yang paling penting kemauan dan terus mencoba. Latih...