Langsung ke konten utama

Postingan

Di Ufuk Barat Sana

Di Ufuk Barat Sana Mataku tertuju pada senja di ufuk barat sana, rerumputan menyapaku dengan asyiknya dan berkata mestikah gelisah dan rindunya buatmu sementara ia telah berkelana dengan waktu yang tak berujung dengan seorang gadis yang mungkin saja akan memelihara ruang rindunya pada satu bilik hatinya bagian kanan, posisi yang strategis dan tak mungkin kau mengguggatnya dengan sebuah gelimang harta dan bahkan keperempuanmu pun tak mampu memasuki ruang itu. Pelangi itu menawarkan warna yang indah, sejenak memberiku arti dari wacana yang menyatakan: “ Andi, seddi elo kuparinggerakki, Tania doi ditiwi rewe lao puang Allah ’ta’ala ”, (Bukan harta yang kita bawa mati, menghadap ke Allah SWT)”  “ Tania jabatan ditiwi lao lisu dipunna lino ” (Bukan jabatan yang kita bawa menghadap ke Sang Pemilik Bumi) “ Tapi iyaro ditiwi ede iyamiro ammalang .”.(Tapi, yang di bawa ke hadapan Allah SWT adalah amal jariyah ketika kita setelah meninggal. Harta d...

Saudaraku, Usah Kau Lara Sendiri

"...Letakkanlah tanganmu di atas bahuku biar terbagi beban itu dan tegar dirimu di depan sana cahya kecil 'tuk memandu tak hilang arah kita berjalan menghadapinya ..." (Katon Bagaskara) Itu adalah penggalan lirik lagu Usah Kau Lara Sendiri,yang dipopulerkan oleh Katon Bagaskara & Ruth Sahanaya. Lagu itu terus menerus terngiang di kepala saya setiap menjelang peringatan hari AIDS sedunia, 1 Desember setiap tahunnya. Tepatnya sekitar tahun 1996, saat itu saya masih kelas 2 SMU di PERGIS Maros, dan saya baru saja bergabung dalam sebuah organisasi keremajaan di Kab. Maros (IRM). Usah Kau Lara Sendiri, mengalung merdu dari suara senior-senior saya dengan petikan gitar yang luar biasa dari Kanda Irdan AB.  Ya, di Gedung Wanita suasana temaram yang hanya disinari dengan cahaya lilin berkumpul elemen remaja dan pemuda Kab. Maros, mereka berusaha memahami suasana kebatinan saudara-saudara kita yang mendapatkan musibah dengan penyakit HIV/AIDS yang dideritanya. Malam ini, Usah...

Pengembangan Diri Siswa Melalui Internet

Baca saja di sini:  Pengembangan Diri Siswa Melalui Internet

Aku Tersenyum Lagi

Aku kira selama ini bumi tegah berhenti berputar... Jiwa hancur berkeping-keping dan tak sanggup tuk berdiri lagi... Aku pikir selama ini ruang hati tertutup sudah... Tanpa ada yang mampu menyentuh... Tapi ternyata semua berakhir... Persembunyian hati ini... Meskipun waktu lambat bicara... Kubukakan hati, perlahan namun pasti... Karna Kau yakinkan diriku... Hanya Kau yang mampu sentuh hatiku...   Bumi berputar kini... Aku tersenyum lagi   by Wiwiek Dwi on Saturday, December 26, 2009    

Ke Mana Arah Pendidikan Indonesia?

Berbicara tentang pendidikan tentu tidak dapat dipisahkan dari Manusia. Karena manusia memiliki potensi yang dapat di rubah dan dikembangkan melalui pendidikan.  Berdasarkan Pengertian pendidikan , maka Target dari pendidikan adalah untuk merubah anasir-anasir yang bersumber dari hal-hal yang metafisik untuk kemudian dimanifestasikan dalam rangka penguasaan Ilmu Pengetauan dan Tekhnologi. Dengan demikian maka pendidikan harus ditelaah dari “asal mula” sampai pada “tujuan akhir”.  Pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka manusia melewati “perjalanan” tersebut sehingga tidak lepas dari dimensi kefilsafatan (Kebenaran). Jika tidak maka proses pendidikan tentu akan jauh dari nilai-nilai filosofisnya. Satu hal yang kami garis bawahi, bahwa kecenderungan terjadinya penyimpangan dari “perjalanan” dari asal mula sampai tujuan akhir menghasilkan nilai yang jauh dari nilai filosofisnya, sesungguhnya tidak berada pada jargon-jargon subtansial. Akan tetapi terjadi pa...

Pecinta Buta

Sufi, Cinta, Tuhan Siapa aku sebenarnya...? benarkah aku mencinta-Mu? sementara, syairku bukan menyampaikan ayat-ayat-Mu lantunan firman-Mu bahkan tak menggetarkan jiwaku dan sedikitpun tak meninggalkan bekas dalam nuraniku adakah aku seorang pecinta sejati? jika aku tak pernah rindu bertemu dengan-Mu karena setitik bahagia membuatku lupa kepada-Mu dan bahkan tak menjadikan-Mu satu-satunya penolongku aku ini siapa...? aku tak lebih dari seorang pecinta buta yang tak pernah kuasa menjamah kekasihnya sang pencinta tapi ingkar pada anugrah-Nya Aku lalai pada Cinta-Mu ..... TUHAN

Bandara Saksi Bisu

Menyambut fajar dengan butiran kristal ke arah timur engkau terbang bersama kenangan ingin rasanya menitip pesan pada camar bahwa kuingin engkau tetap disisiku tapi tak mungkin bandara terpaksa menjadi bisu menatapmu Kapan berujar untuk menitip pesan bahwa engkau pergi untuk kembali sejak malam itu tanda perpisahan ternyata ..... sepucuk kenangan kau titip untuk menulis sejarah kau dan impiam.... merampas hak dan realitasku elegi di Bandara kini sekadar memory karena waktu memfonisku untuk tak bersua