Di Ufuk Barat Sana Mataku tertuju pada senja di ufuk barat sana, rerumputan menyapaku dengan asyiknya dan berkata mestikah gelisah dan rindunya buatmu sementara ia telah berkelana dengan waktu yang tak berujung dengan seorang gadis yang mungkin saja akan memelihara ruang rindunya pada satu bilik hatinya bagian kanan, posisi yang strategis dan tak mungkin kau mengguggatnya dengan sebuah gelimang harta dan bahkan keperempuanmu pun tak mampu memasuki ruang itu. Pelangi itu menawarkan warna yang indah, sejenak memberiku arti dari wacana yang menyatakan: “ Andi, seddi elo kuparinggerakki, Tania doi ditiwi rewe lao puang Allah ’ta’ala ”, (Bukan harta yang kita bawa mati, menghadap ke Allah SWT)” “ Tania jabatan ditiwi lao lisu dipunna lino ” (Bukan jabatan yang kita bawa menghadap ke Sang Pemilik Bumi) “ Tapi iyaro ditiwi ede iyamiro ammalang .”.(Tapi, yang di bawa ke hadapan Allah SWT adalah amal jariyah ketika kita setelah meninggal. Harta d...
Kumpulan Tulisan Penulis Muda Maros